Senin, 12 Januari 2015


dikutip dari buku “Agar Hidup Allah yang Urus – Jurus 5-us”

Ketika seseorang mengendarai mobil. Kemudian hujan sangat deras dan pembersih atau kipas kaca tidak berfungsi maka ia pun dilanda gelisah dan khawatir. Kegelisahan dan rasa khawatir itu tentu bukan karena tidak ada jalan, melainkan karena ia tidak bisa melihat jalan. Lalu , apa yang harus ia lakukan, apakah memikirkan jalan ataukah membersihkan kaca duhulu? Tentu jawabannya adalah yang kedua. Nah, seperti itulah taubat.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar, dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah mengarunianya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya“. (HR.Ahmad). 
Ketika kita merasa bahwa rezeki kita susah, maka yang harus segera kita lakukan adalah memeriksa ke dalam diri kita. Karena sesungguhnya yang menjadi penghalang bertemunya kita dengan rezeki adalah dosa-dosa kita. Demikian pula dengan jalan keluar bagi masalah-masalah kita. Sebenarnya jalan keluar itu sudah ada, sebagaimana rezeki kita itu juga sudah ada. Namun, kita akan sulit menemukannya karena suatu penghalang yang bernama dosa.

Lalu, apa yang harus kita lakukan jika ingin bertaubat atas dosa-dosa kita? Ada beberapa syarat agar taubat kita diterima Allah Swt.

Syarat pertama, penyesalan. Taubat adalah penyesalan. Semakin besar rasa penyesalan seorang pelaku dosa, itu bagaikan sedang diperas segala kotoran dosa dari dirinya hingga benar-benar habis dan kering.
Syarat kedua, memohon ampunan atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Sebagai contoh adalah nabi Adam AS. Langkah pertama yang beliau lakukan setelah melakukan pelanggaran terhadap ketentuan Allah Swt adalah bertaubat. Beliau berdoa,
 “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al A’raf [7]: 23).
Karakter orang yang bertaubat adalah dirinya tidak melihat kesalahan yang dilakukan orang lain terhadapnya. Dia hanya fokus pada kesalahan yang telah ia lakukan. Seperti pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah nabi Adam AS ini. Beliau telah ditipu oleh iblis, tapi beliau tidak menyalahkan iblis atas kesalahan yang beliau lakukan. Beliau juga tidak menyalahkan Hawa yang telah menemaninya makan buah yang dilarang oleh Allah Swt.

Demikian juga kisah nabi Yunus AS. Beliau merasa tidak sabar menghadapi pembangkangan yang dilakukan kaumnya terhadap kebenaran yang beliau bawa. Beliau pun pergi meninggalkan mereka. Beliau melakukan perjalanan dengan menumpang sebuah kapal, mengarungi lautan. Di tengah lautan luas, kapal yang mereka tumpangi diterjang topan badai hingga kapal itu terancam karam.

Para penumpang kapal sepakat bahwa kapal harus dikurangi bebannya, dan mereka bersepakat akan mengundi siapa di antara mereka yang akan dilemparkan ke lautan. Setelah melakukan beberapa kali pengundian, nama Nabi Yunus AS.-lah yang keluar. Beliaupun akhirnya dilempar ke lautan yang gelap gulita.
Tak cukup sampai di sana, beliau kemudian ditelan oleh seekor ikan paus. Ketika berada di dalam perut paus inilah kemudian keyakinan Nabi Yunus AS. kembali menguat. Di dalam suasana yang gelap dan pengap, beliau bertaubat seraya berdoa kepada Allah Swt sebagaimana diabadikan di dalam Al Quran,
 “.. Sesungguhnya tidak ada tuhan (yang berhak di sembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim”. Maka, Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan, demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa[21]: 87- 88).
Nabi Yunus AS. tidak menyalahkan umatnya. Tidak juga beliau menyalahkan orang-orang yang melemparkannya ke dalam lautan. Beliau pun tidak menyalahkan ikan paus yang telah menelannya. Beliau fokus kepada dirinya sendiri yang telah keliru melakukan kesalahan, kemudian memohon ampunan kepada Allah Swt.

Nabi Adam AS. dan Nabi Yunus AS kemudian diberikan ketenangan di dalam dirinya  oleh Allah Swt dan diberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapinya.

Syarat ketiga, tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya. Ada keseriusan di dalam diri untuk tidak mengulangi perbuatan dosa setelah bertaubat.

Syarat keempat, hijrah. Orang yang bertaubat hendaknya berpindah dari perbuatan salahnya kepada kebenaran. Bila ada orang yang terbiasa membicarakan keburukan orang atau menghina orang, hendaklah ia berhenti dari perbuatannya itu dan membiasakan diri hanya mengucapkan kebaikan dan kebenaran. Orang yang terbiasa minum minuman keras, hendaklah ia berhenti kemudian membiasakan diri untuk berderma kepada orang lain dengan harta, makanan atau minuman yang halal.

Demikianlah orang yang benar-benar bertaubat. Ia akan meninggalkan kebiasaan perbuatan buruk, lalu berpindah kepada kebiasaan perbuatan baik. Pindah dari lingkungan yang buruk, kepada lingkungan yang kondusif untuk memperbaiki diri. Makin kuat hijrahnya, maka makin bagus taubatnya, makin tenang hatinya, makin terbuka jalan keluar dari semua permalahan hidup yang ia hadapi.

Betapa manusia selalu melakukan kesalahan. Itu memang tabiat dari manusia. Namun, karena Maha Pengasih dan Maha Pengampunnya Allah Swt, Dia terus membuka pintu taubat-Nya hingga kiamat tiba. Oleh karena itu, semoga kita tergolong sebagai manusia yang bertaubat dengan sungguh-sungguh atas segala kesalahan-kesalahan kita dan senantiasa sadar untuk tidak mengulanginya. Sehingga Allah Swt senantiasa mengurus kita, semakin melimpahkan kebaikan bagi kita.

http://www.smstauhiid.com/tobat-terus-menerus
Read More

Syaikh Muhammad Hassan

“Bagaimana aku bisa bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam mimpi?”

Ada seorang murid yang bertanya kepada gurunya: ” Oh guruku, tolong ajari aku untuk bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam didalam mimpiku” kemudian gurunya bertanya balik kepada muridnya: “Apakah engkau sungguh-sungguh ingin bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam mimpimu?” kemudian muridnya menjawab : “Benar, guruku”

Sang guru: “Bila begitu, kau aku undang untuk makan malam dirumahku. malam ini, makanlah bersama ku”
muridnya menjawab: “Ma Shaa’Allah, rezeki dan berkah”.

Kemudian muridnya pergi ke gurunya yang mendidik dan mencerahkan itu, lalu gurunya menyiapkan makan malam untuk muridnya, dengan makanan yang sangat asin karena banyak garam, dan muridnya juga tidak diperbolehkan minum, sang muridpun makan dan dia kehausan, tapi gurunya tidak memperbolehkan dia minum. Selesai makan, muridnya meminta gurunya untuk mengajarinya.

Tapi sang guru belum ingin mengajarinya, dan muridnya disuruh untuk segera tidur. dan gurunya akan mengajarkan kepada nya bagaimana bertemu Rasul dalam mimpi nanti sebelum fajar, muridnya menjawab: “Baiklah” dan dia pun tertidur dan dia sangat menantikan pelajaran yang akan diajarkan oleh gurunya nanti.
tiba waktunya sebelum fajar, gurunya memanggil murid tersebut. “kemarilah anak ku”. dan muridnya pun mendatangi beliau dan berkata: “Ajari aku guruku”.

Gurunya berkata: “Tunggu sebentar. pertama, apakah engkau melihat / bermimpi sesuatu dalam tidurmu semalam?” muridnya menjawab : “iya guruku” Gurunya bertanya : “Apa yang engkau lihat?” Muridnya menjawab: “Aku melihat langit yang sedang hujan, aku melihat sungai yang mengalir, dan aku melihat ombak lautan didepanku.”

Dia tertidur disaat sangat kehausan, oleh karena itu ia bermimpi melihat langit yang sedang hujan, melihat sungai yang mengalir dan melihat lautan yang berombak.

Kemudian gurunya berkata: “Benar anakku, kau telah berkata jujur, bila niat mu benar, maka mimpimu juga akan terwujud. dan bila cintamu kepada rasul itu benar, maka engkau akan bertemu rasul” dan itulah jawabannya dari pertanyaan yang diawal telah ditanyakan.

Sungguh indah dan penuh hikmah cerita yang diceritakan oleh Syekh Muhammad Hassan itu.
Lalu kemudian ada seseorang yang bertanya kepada Syekh: “Apakah mungkin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam datang dalam mimpi kita apabila kita memakan makanan yang haram?, kepada orang yang melihat yang haram?, kepada orang yang berkata bohong atau berbuat curang?, kepada orang yang bersepakat dengan riba?, kepada orang yang munafik? apakah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam akan datang kepada orang yang seperti itu?”

Syekh muhammad menjawab: “Tidak, tidak, demi Allah, Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak akan datang kecuali kepada orang-orang yang Allah dan Rasul cintai.”

Ada orang yang berziarah kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan ada orang yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ziarahi.

Ada cerita seorang wanita yang mulia, seorang ibu, kita memohon kepada Allah untuk memberkahi dan diberikan ampunan oleh Allah.

Seorang ibu yang mengirimkan anaknya kepada ku disaat sedang mengajar di Al-Mansurah.
Anak itu berkata: “Maafkan aku ya syekh, aku harus menyampaikan ini. ibuku berpesan bahwa ibuku menunggu syekh untuk berkunjung ke rumahnya malam ini.”

Kemudian Syekh muhammad berkata: “Baiklah, ayo kita kerumahmu.” Syekh dan anak tadi pergi ke sebuah desa dan tiba di rumah yang terbuat dari tanah liat, rumah yang miskin. dan didalamnya ada seorang wanita yang berumur 70tahun, dan Ma Shaa’Allah, wanita tersebut tidak pernah berhenti tidak semenit, tidak sedetik bershalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Ketika ia melihat mu dan mengucapkan salam, ia langsung bershalawat kembali, dan seterus nya
Syekh muhammad merasa rendah diri didekat seorang ibu yang mulia ini, Subhanallah.
Kemudian syekh muhammad berkata: “oh ibuku, engkau memanggilku dan aku datang, sekarang katakan kepadaku, apa yang mengganggu mu?, dan InshaAllah, aku berjanji kepadamu minggu depan, aku akan membawa saudaraku seorang spesialis medis, sesuai dengan yang engkau butuhkan, dan ia akan memeriksamu disini.”

Kemudian wanita tersebut melihat Syekh muhammad dan tersenyum dengan indah. dia berkata:” oh anakku, oh anakku, aku tahu penyakitku dan aku tahu obatnya, aku tahu penyakitku dan aku tahu obatnya.”
Syekh muhammad berkata: “Demi Allah, katakan kepadaku”
Wanita itu berkata kepadaku: “oh anak ku, Nabi kita Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak datang dalam mimpiku selama 3 malam”

Ya Allah…

Syekh muhammad bertanya kepadanya: ” Beliau tidak datang dalam mimpimu selama 3 malam? apakah Beliau selalu datang kepadamu setiap malam?” Wanita itu menjawab: “Demi Allah, bila satu malam saja berlalu tanpa melihat Rasul, aku menjadi sakit, aku telah sakit selama 3 malam, aku belum melihat Rasul lagi”.

Sudah berapa tahunkah saudara dan saudari semua tidak berjumpa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?
ini adalah lengkap, kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. adalah sejalan cinta dan ketaatan kepada Allah Yang Maha Tinggi. jadi cinta ini adalah isu besar. ingat kembali niatmu benar, jadi mimpi mu akan benar. dan jika cintamu benar, engkau akan bertemu rasul. kuatkan cintamu, kuatkan cintamu saudara-saudaraku, dan demi Allah pemilik Kabbah, engkau akan senang bertemu dengan utusan Allah.
Rasulullah bersabda: “siapa yang bertemuku di dalam mimpi, ia telah benar-benar melihatku, karena syaitan tidak bisa menyerupaiku.” HR, Tirimidzi, dia berkata ini adalah hadits hasan shahih anda sudah tahu jawabannya wahai bapak-bapak yang mulia, saudara-saudaraku dan anak-anak yang aku cintai, bagai mana cara bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam? yaitu dengan MENGIKUTINNYA DAN MENCINTAINYA.

Dengan mengikutinya adalah buah dari mencintainya, mematuhi adalah hasil dari mencintai.
siapapun yang mengklaim mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi tidak mendapat manfaat dari ajarannya, maka akan menjadi sia-sia saja.

http://www.smstauhiid.com/mimpi-bertemu-rasulullah
Read More

Recent News

Loremo gisum herudomo kopolo dertu himpoli seruderyu tumoplik bambobur. Dorem kerokmpolu serduguye himonpo kultopis.